Tips Agar Soft Frog tidak Mudah Tersangkut dan Nyajen

Casting khususnya target ikan gabus atau toman merupakan keasyikan tersendiri bagi para angler.

Tiap kali kita casting tentunya kita menginginkan hasil ikan yang besar dan banyak. Sebagaimana kita ketahui habitat ikan gabus adalah di bawah rerumputan, lumut atau ranting kayu yang terendam di air. Agar cepat mendapat sambaran tentu lure kita lempar ke area terdekat dari titik-titik yang yang menjadi tempat tinggal gabus tersebut.

Apesnya tidak sedikit dan bahkan sering sekali umpan SF kita tersangkut di rerumputan  dan ranting kayu. Nah pada kesempatan ini admin akan berbagi tips untuk mengurangi resiko soft frog tersangkut alias nyajen.

Pada umumnya penyebab lure tersangkut disebabkan oleh beberapa hal, pertama mata hook tertusuk rumput atau ranting, tali leader terlilit, yang ketiga lure terjepit diantara ranting kayu.

Pertama, SF tersangkut karena mata hook tertusuk rumput/ranting kayu.
Hal ini bisa disebabkan karena bodi Soft frog yang lembek, sehingga mata hook mudah terbuka. Pilihannya tentunya adalah saat membeli SF maka pilih yang bodi SF nya agak keras. Memang sih, jika bodi SF yang keras bisa menyebabkan mocel. Jadi artinya disini kita pilih yang tidak terlalu lunak juga tidak keras. Bisa saja kita memakai SF yang bodinya lunak, namun itu untuk digunakan di spot yang agak bersih, sedikit rerumputan/ranting.

Kemudian ada lagi penyebab hook sering tersangkut adalah posisi mata yang berada di samping bodi SF.
Tidak sedikit soft frog yang dibuat posisi mata hook agak kesamping, dibagian atas terlalu kembung, padahal SF yang bagus adalah yang mata hooknya berada di atas bodi SF. Mengapa gampang tersangkut? Saat kita melakukan gulungan reel/retrieve, karena posisi hook yang berada di samping bodi, maka hook rawan terbuka dan tertusuk ranting.

SF yang bagus, posisi hook diatas bodi

Kasus kedua penyebab SF sering nyajen adalah karena tali bagian depan dekat SF baik PE maupun leader terlilit ranting keras.
Adapun hal yang menyebabkan leader/PE mudah terlilit adalah karena sifat PE/leader yang lentur sehingga sangat mudah mengayun, menggulung kemudian terlilit.
Nah solusinya adalah gunakan leader yang berukuran besar, leader besar sifatnya kaku, sehingga tidak mudah menggulung di ranting, kalaupun tergulung, leader ukuran besar ini akan mudah kembali memutar balik. Trik ini sudah saya buktikan dan berhasil mengurangi resiko lure yang nyajen gara-gara terlilit batang kayu.
soft frog kurang bagus, posisi mata hook disamping

Kasus ketiga adalah lure nyajen gara-gara SF terjebit di ranting kayu yang keras. Memang kasus ini jarang terjadi, namun pernah saya alami beberapa kali. Lure SF yang terjepit jika kita paksa tarik maka akibatnya hook tertusuk ranting, sehingga semakin mempersulit untuk melepasnya.

Nah demikian beberapa penyebab SF mdah tersangkut dan nyajen... Selain tips diatas untuk seorang pemancing casting perlu mengasah teknik bagaimana cara melempar umpan dan menggulung reel agar umpan tidak mudah tersangkut. Satu diantaranya saat kita lempar lure dan lure jatuh ke rerumputan atau ranting, jangan buru-buru langsung menggulung reel, namun pelan-pelan hingga bebas dari area berkayu tadi. Oke selamat mencoba rekna caster.



BERIKAN KOMENTAR ()